Minggu, 14 Maret 2010

MAHA KASIH

Ketika seseorang berada di dalam keterpurukan iman,
hanyalah cinta dan kasih sayang lah yang mampu membawanya
kembali ke jalan yang benar.

Di zaman Bani Israil, ada seorang lelaki sangat fasiq lagi durhaka.
Kefasiqan yang dilakukannya semakin hari semakin menjadi-jadi, karena penduduk
negeri tidak ada yang berani mencegahnya.
Melihat kefasiqannya yang semakin tidak karuan, akhirnya mereka bersepakat untuk
menyerahkan segala urusannya kepada Alloh.
Lalu, mereka memanjatkan do’a, memohon kepada Alloh agar si fasiq diberi peringatan
atau pembalasan.
Alloh kemudian memerintahkan kepada Nabi Musa agar mengusir lelaki fasiq itu
dari negerinya, sebab dikhawatirkan kalau-kalau penduduk negeri mendapat azab
dari Alloh sebagai siksaan di dunia lantaran kefasiqan yang telah dilakukan lelaki itu.

Merasa mendapatkan perintah dari Alloh, Nabi Musa segera bertindak.
Lelaki fasiq itu dipanggil kemudian diusir agar meninggalkan negeri Israil.
Lelaki itu menuruti perintah Nabi Musa, pergi meninggalkan kampung halaman,
masuk kedalam hutan belantara.
Di dalam hutan, tidak ada makhluk yang tinggal, baik burung maupun binatang buas.
Kini, hutan yang lengang dan sepi, dihuni seorang anak manusia yang diusir
dari kampung halamannya.

Setelah beberapa hari tinggal ditengah hutan, lelaki itu jatuh sakit.
Tidak ada seorangpun yang mengetahui, apalagi menolong.
Ketika dalam keadaan kritis, menjelang ajal menghampiri, dia sempat mengucap
kalimat “Ya Tuhanku, seandainya ibuku berada disisiku saat ini, tentu akan merasa
belas kasihan melihat keadaanku, dan ibuku pun pasti akan menolongku.
Seandainya kedua orang tuaku saat ini berada disisiku, tentu akan memandikannya,
mengafani, mensholati, dan menguburkan jenazahku.
Seandainya anak isteriku saat ini berada disampingku, tentu mereka menangisi
dan mengiring jenazahku, serta mendo’akan kepadaku, ‘Ya Alloh, ampunilah dosa-dosa
orang tua yang pergi jauh nan hina ini, yang fasiq, yang banyak melakukan perbuatan
dosa dan maksiat kepada-Mu, yang telah diusir dari kampung halamannya
hingga pergi ke hutan belantara, serta meninggalkan alam fana yang indah
menuju akhirat yang abadi dengan penuh penderitaan.
Dia jauh dari sanak keluarga, anak isteri, teman kerabat, dan segalanya, kecuali Rahmat-Mu.
Ya Alloh, curahkanlah rahmat dan ampunan dari sisi-Mu
.

Ketika sakit, lelaki itu tidak pernah lupa memanjatkan do’a, “ Ya Alloh, Engkau telah memisahkan aku dengan orang tua, anak, dan isteriku.
Tapi,…janganlah Engkau memisahkan diriku dengan Rahmat-Mu, Ya Alloh, Engkau telah
Membakar hatiku dengan panasnya perpisahan dengan sanak keluarga, tapi,..janganlah
Engkau membakar diriku dengan api neraka lantaran perbuatan maksiat
yang terlanjur aku lakukan
.”

Atas izin Alloh, do’a yang dianjatkan itu dikabulkan, Alloh kemudian mengutus
tiga bidadari agar menyerupai ibunya, anak, dan isterinya.
Alloh juga mengutus seorang malaikat berwajah menyerupai ayahnya, hingga ketika
menjelang ajal, lelaki itu merasa ditunggui oleh seluruh keluarga yang dicintai.
Mereka menangis dan menyesali kepergiannya, serta merasa kasihan terhadap lelaki
yang terbaring sakit itu.
Melihat kenyataan yang ada, lelaki itu merasa tenang dan bahagia, karena dapat bertemu
dengan sanak keluarga.
Sebagai ungkapan rasa syukur kepada Alloh, menjelang ajalnya dia berdo’a,
Ya Alloh, janganlah Engkau memutuskan diriku dari rahmat-Mu,
sungguh Engkau adalah Maha Kuasa atas segala sesuatu
.”
Selesai mengucapkan do’a, lelaki itu meninggal, dia mendapatkan Khusnul Khotimah,
terampuni dari segala dosa, dan mendapat tempat mulia disisi Alloh SWT.
Alloh kemudian menurunkan wahyu kepada Nabi Musa AS, “Hai Musa, pergilah ke hutan
belantara, sungguh disana salah seorang kekasih_ku telah meninggal, mandikan, kafani,
sholati dan kuburkanlah jenazahnya
.”
Nabi Musa segera berangkat dan sampailah pada tujuan yang telah diperintahkan Alloh,
dia melihat lelaki yang pernah diusir dari kampung halaman itu telah terbujur kaku,
dan di kiri kanannya banyak bidadari yang menangisi.
Melihat kejadian yang menakjubkan tersebut, Nabi Musa segera mengajukan pertanyaan
kepada Alloh, “Ya Alloh adakah ini jenazah lelaki yang pernah kami usir
atas perintah-Mu itu
?”
Hai Musa, apa yang engkau katakana adalah benar, tapi Aku telah mengasihi dia,
Serta Aku telah mengampuni dosa-dosanya, karena ketika sakit dia sadar,
perpisahan dengan keluarga dikampung halaman bukanlah sesuatu yang memberatkan,
tetapi yang memberatkan baginya adalah ketika harus berpisah dengan Rahmat-Ku.
Lalu, aku mengutus bidadari dan malaikat dalam bentuk wajah keluarganya,
Semua itu Aku lakukan karena rasa belas kasih-Ku kepadanya.
Ketika dia sakit seorang diri ditengah hutan belantara, dia sangat merindukan
sanak keluarganya, hingga ketika dia meninggal seluruh makhluk yang berada
dilangit dan dibumi menangisi kepergiannya lantaran merasa belas kasihan terhadap
penderitaan yang dialami.
Hai Musa, bagaimana Aku tidak akan merasa belas kasihan kepadanya,
sedangkan Aku adalah Dzat Yang Maha Pengasih, oleh karena do’a yang dipanjatkan
ketika sakit, dia memperoleh kedudukan mulia disisi-Ku,
sekalipun kebanyakan orang memberikan penilaian bahwa dirinya
seorang fasiq ketika didunia
.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar